Al-Munawwara 18
Cahya Az-Zahra Claridra Libra sosok
cewek yang manis dan soleha, dia saat ini bersekolah di PONPES Al-Munnawara.
disekolahnya dia dikenal dengan gadis yang lugu dan pintar, dan dia juga cewek
cantik dan idaman kaum Adam. Dia biasa disebut-sebut sebagai Hafis yang paling
pintar dari sembilan orang, Cahya Az-Zahra Claridra Libra atau yang disapa Clari
selalu mewakili PONPES Al-Munnawara pada setiap lomba-lomba keagamaan, selain
dia penghafal Al-Qur’an dia juga pintar menyanyi dia pernah mewakili sekolahnya
dalam lomba Islami Religi yang dilaksanakan di UNM.
Sebelum bersekolah di PONPES
Al-Munnawara dia merupakan alumni dari PONPES Mubaraq, dan pada saat lulus dia
melanjutkan bersekolah di PONPES Model Fatimah, tetapi tidak cukup satu bulan
dia harus pindah dari Ponpes itu, karena Abinya ditugaskan pindah ke Makassar.
Sebenarnya hati-nya sangat berat untuk meninggalkan Bandung tetapi apa boleh
buat kalau Allah berkata lain.
Ponpes Al-Munnawara berada di Makassar, Clari
bersekolah di pondok pesantren yang lumayan bonefide tetapi sangat jauh dari
keramaian, soalnya lokasin-nya persis berada di tengah hutan. Di Ponpes Al-Munnawara
Clari sebenarnya sangat sulit untuk beradaptasi, selain lingkungan baru dia
juga dapat bahasa baru. tetapi itu semua
dia lakukan dengan cara masuk berbagai Ekschool yang ada di sekolahnya. Setelah
satu bulan dia berada disekolah itu, dia mempunyai banyak teman. Teman pertama
Libra yaitu Fatin Az-Zahra dia cewek cantik tetapi tidak terlalu pintar, dia
sudah lama di ponpes ini, sejak SD kelas lima dia sudah bersekolah di ponpes
Al-Munnawara.
****
Pada saat pertama dia menuju ke pondok
itu, dia terkejut ada yang tiba-tiba melintas di depan mobilnya. Tetapi pada
saat dia bertanya :
“Abi, barusan nabrak apa ?” dengan
perasaan kaget
“Tidak nabrak apa-apa nak” Jawab Abi
dengan heran
“Tapi, Abi tadi ada yang lewat” tanya
Clari dengan rasa takut
“Itu cuman firasat Kamu saja nak, udah
lupakan saja Kakak” sambil menenangkan Clari
Libra mencoba untuk menenangkan dirinya,
dia melafaskan lantunan ayat-ayat dari mulutnya. Dia mencoba tenang dan
beraktifitas apa saja di dalam mobil supaya dia tidak terbawa oleh penampakan
yang dia liat tadi tanpa ada anggota keluarganya dalam mobil itu yang melihat
penampakan itu.
Mobil keluarga Libra tiba-tiba mogok di
tengah hutan, dan pikiran Libra sangat terkacau-balau, fikiran dia semakin
tidak karuan, Libra merasa sangat ketakutan.
“Abi mobilnya kenapa ?” Tanya Clari
dengan rasa takut
“Tidak tau kak.”
“Aki-nya rusak yah, Bi” Tanya Kinal
(adik Libra)
“Tidak tau nih adik, Abi Ngecek dulu.
Kakak Sama Adik nunggu dimobil aja yah”
Menjawab dengan heran
“Iya,Bi.”
“Hati-hati Abi” kata adik Kinal
Clari heran mendengar perkataan adik
Kinal, ada apa dengannya ? kenapa adik Kinal mengatakan hati-hati pada Abi ?,
apakah dia melihat sesuatu disini ?.
Dari dalam mobil, dia melihat Abi mengecek aki mobil.
“Abi, aki-nya kenapa ?.” teriak Clari
dari dalam mobil
“Aki-nya rusak Kak”
“Jadi gimana Bi’ ? Tanya Clari dengan
keadaan cemas
“Kita harus nginap dimobil ini Kak
sampai fajar telah terbit lagi” jawab Abi sambil berjalan memasuki mobil
Tiba-tiba adik Kinal menggigil dan
merasa kalau ada yang berusaha masuk ke mobil, aku mendekati adik Kinal dan
memeluk erat tubuhnya. Sambil berkata “
“What
wrong my sister ?” aku bertanya dengan rasa heran
“Kakak Clari aku melihat ada orang yang
berusaha membuka pintu mobil” Adik Kinal menjawab dengan rasa ketakutan.
“Dimana Dik?”
“Di samping mobil kakak”
“Itu cuman perasaan Adik Kinal Saja” Abi
memotong pembicaraan
“Tidak Bi’ , Kinal tidak menebak-menebak
di depan pintu mobil jelas ada orang yang berdiri. Pakai baju hitam,tinggi, “
Adik kinal menegaskan bahwa yang
dikatakan itu benar-benar ada, dia mau meyankinkan Abi bahwa dia lagi tidak
berhalusinasi, bercanda, bahkan berbohong. Aku tau Bahwa Abi sadar keberadaan
sosok makhluk halus itu,mana mungkin Abi tidak mengetahuinya Abi dulu telah
belajar ilmu sama gurunya yang di Surabaya. tetapi Abi tidak mau memberitau aku
dan Adik Kinal supaya aku dan Adik Kinal tidak takut.
Tiba-tiba handphone Abi berdering, aku tidak tau persis apa yang Abi bicarakan
dengan orang yang nelfon, tetapi Kinal mendengar samar-samar bahwa Umi
mengalami sekarang di rumah sakit. Clari dan adik Kinal tiba-tiba menangis. Dan
entah Abi mau bagaimana, antara mau ke rumah sakit dan mau melanjutkan
perjalanan ke ponpes tetapi itu semua sia-sia karena aki mobil sedang rusak,
sedangkan sekarang Clari, adik Kinal, dan Abi Kinal sedang ada di hutan. Dan
keadaan sekarang tidak ada apa-apa, cuman gelap dan tanpa penghuni. Jadi besok
pagi baru bisa keluar dari hutan ini.
Di
tengah kebingungan Abi, Clari mendengar sesuatu yang aneh. Dia mendengar suara
yang memanggil nama adiknya, dia sebenarnya takut tetapi dia berusaha Positif Tingking, namun dia tidak bisa
menahan ketakutannya karena suara itu selalu memanggil nama adiknya. Dan saat
tidak menahan ketakutan lagi dia langsung memeluk erat adiknya.
Tiba-tiba adiknya heran melihat Clari
“ Ada apa kak ?, kenapa Kak Clari
memeluk aku erat begini ?. “ Kinal
“ Tidak apa-apa Dik, kakak cuman takut
kehilangan kamu. “
“Kakak kenapa ?” Tanya Abi
“ Clari takut Abi, ada yang
manggil-manggil nama adik Kinal ”
“ Tenang Nak, kita berdoa saja supaya
suara itu hilang.”
“ iya Abi “ jawab Clari dan Kinal secara
bersamaan
Keesokan Hari-nya
Fajar mulai muncul, sejuk-nya angin
mulai berdatangan, ayam mulai berkokok . kini tiba pagi, Abi pagi-pagi gini
telah bangun dan memperbaiki aki mobil-nya. Tidak lama kemudian, mobil ayah
telah bagus, dan saatnya Clari, Kinal, dan Abi langsung ke rumah sakit tempat
ibu dirawat. Sekitar dua jam Clari dan keluarga telah sampai dirumah sakit.
Pada saat Clari membuka pintu kamar
ruangan itu, Clari langsung nangis sedangkan Kinal langsung memeluk Umi. Mereka
berdua sangat terpukul karena saat kejadian itu Clari dan adik Kinal tidak ada
disamping Umi, mereka kecewa pada diri-nya sendiri. Mereka menunggu di ruangan
itu hingga Umi-nya siuman.
Tidak lama kemudian Umi sudah siuman,
Clari dan Kinal minta maaf sama Umi karena tidak ada disisi Umi pada saat
kejadian itu. Mendengar perkataan Anak-nya, Umi terharu dan mengatakan
“Sudahlah Nak tidak usah menangis lagi,
karena sesungguh-nya ini bukan salah kalian, kejadian ini juga bukan Umi yang
mau tetapi ini sudah Allah SWT yang tentukan. Kita sebagai hamba-nya hanya bisa
bersabar dan menerima cobaan yang Allah SWT berikan kepada kita.”
“iya
Umi, kami minta maaf Umi, maaf karena kami menyalahkan diri kami sendiri”
“iya
nak, tidak apa-apa tapi lain kali jangan pernah salahkan diri kalian.”
“iya
Umi, tidak akan lagi.”
Dua hari Umi Clari
dirawat di rumah sakit, dan hari ini Umi Clari sudah diperbolehkan pulang oleh
dokter. Sesampai dirumah Clari pamit sama orang tua dan adik-nya. Clari pamit
untuk cepat masuk ke ponpes al-munnawara, tetapi abi Clari tidak
mengisinkan-nya karena dia baru mau masuk ke ponpes itu, Jadi Clari harus
menunggu sampai hari Jum’at untuk ke ponpes itu. Sebenar-nya Clari tidak mau
merepotkan Orang tua-nya hari ini karena Umi-nya lagi sakit.
****
Matahari telah terbit, Umi-nya membangunkan Clari untuk
bersiap-siap ke pondok pesantrennya. Diapun
segera bangun dan pergi menuju kamar mandi, lima menit kemudian Clari
pun keluar dari kamar mandi dengan pakaian rapi yang tertutup aurat. Abi, Umi,
dan adik Kinal mengantar Clari sampai kepesantren barunya.
Dua jam mereka melalui
perjalanan untuk sampai ke pesantren Al-Munnawara, sesampai dipesantren itu
Abinya mengurus semua administrasi sekolahnya dan memberikan uang saku selama
beberapa bulan.
Setelah semua urusan
sekolah Clari, Umi, Abi, dan Adik Kinal segera pulang, sebelum pulang Umi
mengatakan pada Clari “Kakak hati-hati yah dikampung orang, jangan nakal kakak,
Ingatlah sholat lima waktu”. Abi pun juga pesan kepada Clari “Kakak belajarlah
dengan baik, jangan kecewakan Umi dan Abi”. Clari hanya berpesan Sama kepada
adil Kinal “Adik jaga Umi dan Abi yah, adik jangan nakal patuhi kata-kata umi
dan abi, kakak selalu merindukan Adik Kinal” . adik Kinal hanya menganggukan
kepala dan memeluk erat Clari sebagai tanda perpisahan mereka.
****
Satu bulan sudah Clari
di pesantren Al-Munnawarah ini, selama sebulan di pesantren ini Clari mempunyai
sahabat-sahabat yang baik, yaitu Fatin Az-Zahra, Libra Anggraeni, dan Syahni
Aulia Mustafa mereka berempat adalah teman satu kamar, mereka selalu bersama
seperti jalan bareng, ke Mushollah bareng, dan pulang sekolah bareng. Kenapa
mereka bisa pulang bareng? Itu karena selain mereka satu kamar mereka juga satu
kelas di Kelas XI M2, mereka juga duduknya berdekatan Clari duduk berdampingan
dengan Fatin, dan Libra duduk berdampingan dengan Syahni.
Heemm
selain Clari mempunyai
sahabat-sahabat yang baik Clari juga mempunyai banyak fans cowok kalau dibilang
Clari itu sebagai artis baru yang menarik banyak penggemarnya untuk dijadikan Fans Club. Banyak yang bilang Clari itu
seperti bidadari surga yang turun dari langit untuk menjaga hati dan mencari
pasangan.
Semua kaum Adam yang
ada di ponpes Almunnawara itu berusaha mendekatinya, tetapi Clari tidak
menggubris semua yang mendekatinya. Malahan dia lebih fokus kepada
sahabat-sahabatnya, memperkuat ajaran islam, dan pendidikannya. Tetapi semua
itu berbeda, ketika dia melihat sosok cowok yang alim, baik,putih, ganteng, manis. Cowok itu bernama Muhammad Awint
Abrisam Almawi, yang biasa disapa Awi, cowok kelahiran Pakistan 9 November
1999.
Setiap pagi dalam bulan
ini, Awi selalu lewat depan kelas Clari, setiap Awi lewat tatapan Clari selalu
melihatnya hingga di jauh terlihat dari pandangannya lagi, entah Awi tau atau
tidak kalau Clari selalu menatapnya saat lewat depannya. Suatu hari ketika
Clari sedang menunggu Awi lewat depan kelasnya, dalam hati Clari berkata “
Kenapa yah dia tidak lewat-lewat ?” sambil bengong.
Tiba-tiba Awi datang
dari belakang
“Hey ngapain, nunggu
siapa ?” Dengan membuat Clari kaget
“Eh , Nunggu kamu!”
secara spontan
“Ha?, kenapa nunggu
aku?” heran
“hhmmm, tidak tidak
tidak.. maksud aku, aku nungguin teman aku” jawab Clari
“Ow Kirain” Sambil
bertanya-tanya dalam hati
“Kamu anak barukan
?,kelasnya XI Mia 2 yah ?” tanya Awi lagi
“Iy aku anak baru, iya
aku di kelas XI Mia 2” jawabnya
“Ana Muhammad Awint Abrisam Almawi, Masmuki ?”
“Aku sudah tau nama mu,
Ismi Cahya Az-Zahra Claridra Libra”
“Boleh Minta no mu ?”
tanya Awi
“Nomor apa?”hati
berdegub kencang
“Nomor Handphone mu” Tanya Awi lagi
“08523498**** ini no
ku” jawab Clari dengan rasa senang
“aku pergi dulu
yahnanti aku sms. Assalamulaikum Wr.wb” lekas segera pergi
“Waalaikumsalam wr.wb”
Clari menjawab salam Awi sebelum dia berada jauh dari pandangannya.
Setelah kejadian itu Clari
selalu senyum-senyum sendiri, Awi selalu terbayang-bayang dalam fikiran Clari,
sampai-sampai Clari tak konsen belajar sehingga temannya semua heran pada dia,
teman-temannya bertanya-tanya Clari Kenapa ?,ada apa dengan dia ?. tanya
teman-teman Clari dalam hati mereka.
****
Malam harinya saat di
pondok Handphone Clari berdering, dan
ternyata itu sms tetapi Clari tidak mengetahui itu sms dari siapa soalnya itu
nomor baru jadi dia tidak membalasnya. Tak lama kemudian Clari dapat sms dari
nomor baru itu dan isi pesannya “Hai, Lagi ngapain Clari By : Awi, saat membaca pesan itu, hati Clari menjadi deg-deg’an dan
merasa senang
Dalam Via sms
Clari : “Hai Juga, Lagi
tiduran aja J”
Awi : “Sudah sholat Isya atau belum?”
Clari : “Alhamdulillah sudah, kamu sendiri?”
Awi : “Alhamdulillah juga sudah, oh iya kita
ketemuan besok yah?”
Clari : “untuk apa?”
Awi : “Ada deh, aku tunggu besok yah?”
Clari : “Baiklah”
Awi : “Sampai jumpa besok yah princess, ditaman
pas ISOMA ”
Clari : “Iya cerewet, Night”
Awi : “Night too Princess”
Hati Clari semakin
senang, karena Awi memanggilnya Princess dan dia mengajak Clari untuk ketemuan
saat ISOMA di taman. Clari bertanya-tanya kenapa-yah Awi mengajak aku ketemuan,
dia mau bilang apa yah sampai-sampai dia main rahasiaan.
Keesokan harinya saat
ISOMA Clari telah datang di taman untuk menemui Awi, tetapi dia tidak
melihatnya, dia hanya tinngal melamun sambil menunggu Awi datang. Clari
menunggunya hingga lima menit tapi Awi tidak datang juga. Saat dia mau kembali ke kelas ada yang menarik
tangannya dibelakang. Clari kaget dan dia berbalik ke belakang dan ternyata itu
adalah Awi.
Sebenarnya Clari mau
pergi karena dia marah Awi datang terlambat, tetapi Awi menahan Clari dan bilang
kepada Clari.
Awi : “Maaf
yah Clari, jangan marah aku tadi terlambat gara-gara ke wc” bermohon
kepada Clari dengan wajah pucat
Clari : “Kenapa Ke WC-nya lama sekali?” dengan tidak
menyadari bahwa muka Awi sangat pucat.
Awi : “Cuman bersihkan WC saja” dan menundukkan
kepala menahan sakit
Clari : “Pasti dia bohong, kenapa mesti
disembunyikan sih”berbicara dalam hati Clari
Awi : “Maaf yah?”
Saat Clari melihat Awi,
ternyata mukanya pucat
Clari : “Kenapa kamu? Wajah mu terlihat pucat
sekali, kamu sakit yah?”
Awi : “Tidak kok, aku tidak sakit”
Clari : “Udahlah jangan bohong, kamu sakit kan?”
Awi : “Iya, aku sakit”
Clari : “Aku bawa kamu ke ruang kesehatan yah?”
Awi : “Nanti ajah, aku mau bilang sesuatu ke
kamu Princess”
Clari : “Mau bilang apa?”
Awi : “Sebenarnya aku perhatikan kamu semenjak
pertama datang ke ponpes ini, makanya aku sering lewat di depan kelas mu, aku
suka kamu, aku mau kamu jadi pertama dan terakhir ku. Apa kamu mau?” tanya
Clari dengan meneteskan air mata karena menahan rasa sakit
Clari : “aku sebenarnya juga suka sama kamu
semenjak pertama ku lihat kamu, iya aku mau” sambil menghapus air mata Awi
Dan pada hari itu
tanggal 18 November mereka jadian, dan Clari segera membawa Awi keruang
kesehatan karena dia kasihan melihat orang yang disayangnya kesakitan. Clari
menemani Awi diruang kesehatan, sampai-sampai Clari tertidur diruangan
kesehatan itu. Clari telah tau penyakit yang diderita Awi, jadi Clari selalu
menemaninya. Mereka lalui bersama, berhari-hari, bahkan berbulan-bulan.
****
Setahun dua bulan Clari
berada di Ponpes Al-Munnawara dan setahun sudah hubungan Awi dan Clari, dan
pada saat Al-Munnawara meliburkan siswanya, Awi mengajak Clari pulang bersama
karena Abi Clari tidak mengetahui kalau Al-Munnawara sedang libur. Akhirnya
Clari setuju.
Ternyata rumah Awi dan
Clari satu lingkungan, jadi mereka selalu sama-sama, sampai-sampai ke Masjid
pun bareng. Tapi pada 18 November Awi masuk rumah sakit gara-gara penyakitnya
kambuh lagi, setelah mengetahui itu Clari segera kerumah sakit dan ternyata
pada saat dia telah sampai Awi koma, setelah dua jam menunggu di rumah sakit
ternyata nyawa Awi tak tertolong.
Clari sangat kehilangan, dia menangis karena
hari ini dia kehilangan orang yang di cintainya dan pada hari ini juga Clari
dan Awi Aniversary one years, sebenarnya
mereka berdua mau merayakannya tetapi Allah berkehendak lain. Clari memang
menyayanginya tetapi Allah lebih sayang pada Awi sehingga Allah menjemput Awi,
Clari hanya berdoa semoga Awi berada di sisi Allah.
~END~
Komentar
Posting Komentar